Tampilkan postingan dengan label Puisi Lingkungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Lingkungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Mei 2009

A Letter to My Daughter

A Letter to My Daughter

The long distance phone birthday music you played during my birthday was so touching
I knew your Mom asked you to do it, because of her love of me during my birthday
I know that you obey your Mom because you also love me as much I love you
Now I realize that the world is so closed between Austria and Indonesia
Between your heart and my heartMy daughter,
When you grow up, please tell people that with love people can be united
With love people can feel so closed.

We all have only one lovely world,
Why some people are still do not care about the environment where they live,
Why they fire the forest wildly
Why they through garbage to the river,

My daughter,
In my dream, the world should be a place where everybody could feel the sense of spoiled,
peace, and
prosperous.

But now, I am afraid that
There will be some crisis coming if people do not manage their population
There will be some disaster on production when people do not control their energy,
There will be some catastrophes coming when people do not aware of the declining of the natural resources day by day,
Beside, in the other side of the world
There are also war, fighting, blaming, dominating one to each other
How the world would be if the love could not be united by love
As you, your brothers and Mom send me Love during my Birthday
Love can make you happy
Love can make you powerful
And love can make the world being a place of spoiled
Thank you my little daughter for your love.
May 11, 2009
Read More...

Senin, 26 Mei 2008

Puisi cinta untuk sesama

BERI AKU SATU KESEMPATAN LAGI.
(dipersembahkan kepada anak didik LAPAS Anak Pria Tangerang)

Terkungkung aku,
Manatap pagar besi dan tembok tembok-tembok LAPAS.
Tak mampu kulangkahkan kaki setapak maju
Kusesali jalan hidupku.

Dibarak-barak yang tersusun kaku,
Terbaring aku letih tak bernafsu
Berhiaskan mimpi yang kian punah menjadi layu,
terhujam oleh nafsu-nafsu susilaku
tercabik-cabik oleh panas hati dan amarahku,
tertikam oleh pil-pil durjana penghancur hidupku.
Terhimpit kesengsaraan, miskin tak terperi.
Terburai oleh keserakahan dan ketamakan diriku.

Terdengar sayup alunan suara ibu,
Memimpikan masa depan bagi hidupku
Teringat aku ayunan kaki milik ayahku,
Mengayuh beca dan bermimpi tentang aku
Kelak anakku adalah kebanggaanku

Tuhanku,
Sungguh punahkah mimpi-mimpiku?

Kuteriakkan kepadaMu semua sesal diriku
Kupanjatkan doa mohon pengampunanMu
Sembuhkan luka hati ayah dan Ibu.
Beri aku satu kesempatan lagi
Merajut mimpi masa depanku.

Piter. Read More...

Selasa, 13 Mei 2008

Puisi Cinta Negriku

CINTA NEGRIKU

Keringat menetes, mengucur deras
Tubuh berlumur bercak-bercak darah yang mengering
Nyawa terlepas tak kenal nama
Jeritan pedih, merasuk dimana-mana
Suara bergetar menahan sakit tak terperi

Suara mengerang berganti sayup menyayat hati
Senjata perang tak hentinya mencekam
Disanalah pahlawan, terkapar mengorbankan diri, tuk negri tercinta ini.
Tak terbayang masa perjuangan ini.
Pedih dan perih silih berganti
Tapi saat ini,
Ada banyak generasi penerus yang tak mau peduli lagi
Tuk menciptakan “ketenangan dan kedamaian”

Kawanku
Cintailah Negeri ini
Cintailah Alam dan Sumberdayanya
Dari Sabang hinga Merauke

Mari ciptakan kedamaian
jauhkan permusuhan
Mari saling menghargai
Tuk pelihara alam negri tercinta ini.

Nopiane Read More...